gd:
Meine Heimat, “Kampung Halamanku”..
—
Kampung halaman, tempat yang tidak asing dan tidak akan lekat di makan jaman. Tempat kita beradu dalam kehangatan dimasa kecil, yang selalu memberikan nuansa tentram dan nyaman.
Mine Heimat “kampung halamanku..”, “kutho” Tulungagung, kutho dengan pesona “gemah ripah loh jinawi” khas “njawani”. Kutho yang terletak di bagian selatan dari propinsi jawa timur dan berbatasan langsung dengan kutho” sang proklamator, Blitar.
—
Kuliner ala “ndeso” selalu menjadi hal yang mengasikkan tersendiri ketika berada di rumah, setelah bergelut dengan ke-”ruwet”-an aktifitas yang menjenuhkan. Pulang terakhir ke “die Heimat” tidak aku sia-siakan. Berbekal informasi dari Mas Prisma (ini sobat ku jeh…, kalo butuh info mengenai hal2 yang berbau “ndeso” dijamin den Den Mas Prisma ini bisa di andalkan..hehehe
), aku berburu makanan khas “ndeso” terutama yang mulai langka.
—
Kuliner pas pulkam kemarin, info yang kudapat, yakni kuliner ke tempat makan “warung Mak Ti”. Warung Mak Ti ini khusus menyediakan makanan khas “ndeso banget”. Mulai dari “jangan-janganan” lodeh, sambal goreng, “trancam” urap-urap, “geneman” bothok, ayam lodho (ini khas banget ditulungagung, Baca di Makanan Khas ndeso Teil 1), dan yang paling spesial di warung Mak Ti ini adalah masakan “Iwak Kali”, ikan sungainya.
Aneka masakan “iwak kali”, ada yang di goreng dan ada yang di masak pakai “santen”, santan. Ikan nya pun beraneka ragam, mulai dari ikan wader, bader, ikan “kuthuk” gabus , patin, “lan lia-liane”, dll. Soal rasa nggak usah di ragukan lagi, “raos sanget”, enak banget pokok e, kalo pak Bondan bilang.. MAK NYUSSSS..!!!
Dengan rasa khas “ndeso” dan “njawani”, harga yang ditawarkan tidak mahal, cukup dengan “nem ewu mawon”, enam ribu rupiah saja, dijamin anda akan puas dan mati kaget. Gimana nggak kaget jeh, lawong dengan harga 6000 rupiah, “sampeyan”, anda bisa ambil makanan sepuasnya.
Mau ambil “iwak kali” satu piring, dua piring, tiga piring empat piring, bahkan sepuluh piring pung kalo sampeyan kuat makannya ya mbayarnya cuman 6000 rupiah “mawon”,…. blum ditambah dengan aneka sayur2an, “iwak pitik”, ayam lodo, anda ambil berapapun mbayarnya ya cuman 6000 rupiah saja per orang, pyuhhh….. “mantep to.”.
—
Jangan di tanya “kok bisa ya” harganya cuman enam ribu rupiah, padahal makannya nggak karu2an… heheheh…
Saya sendiri sebenernya juga heran kok, kalo kita cari BEP nya (istilah londo-ne : Break Event Point), pasti nggak ketemu, malah2 rugi banget. Gimana nggak rugi kalo yang makan model anak kost2an (**ini nyindir saya sendiri lo…) dijamin pasti rugi.
Soal pelanggan jangan di tanya lagi, setiap hari mulai di buka sampai malem, nggak pernah putus, dan tempatnya pun sangat ramai dan penuh. Pelanggannya pun bermacam2, mulai dari anak sekolah, orang biasa, yang sekedar mampir, orang dari luar kota, atau penggemar kuliner “ndeso” kayak saya ini, sampai para pejabat pemerintah. Bahkan menurut info dari Mas Prisma, SBY, Megawati, Prabowo pernah “icip-icip” di warung “Mak Ti” ini.
—
Untuk tempat makannya, juga menyenangkan. tempat makannya terletak di belakang rumah dengan area yang luas dan deket dengan dapur “ndeso” langsung. Sambil makan anda bisa melihat orang2 memasak dan anda pun bisa langsung “nyulik” ambil langsung dari dapur.
Bahkan konon lokasi ke tempat warung makti ini, jalannya di aspal khusus untuk warung Mak Ti. Memang sob.., lokasi warung Mak Ti ini terletak di daerah terpencil, masuk ke dalam banget, jadi siap2 aja nyasar hehehhe…
Bagi “panjenengan” anda yang kebetulan ke Blitar atao Tulungagung silahkan mampir ke warung Mak Ti,
alamatnya di Desa Jati Anom, Kanigoro, Blitar Selatan.
Oya sob.. ini contact Den Mas Prisma, kalo butuh info makanan khas “ndeso”, atau hal2 yang berbau “ndeso”, beliao siap kasih info.. dijamin memuaskan… hehehhee…
http://www.facebook.com/profile.php?id=1500877729&ref=ts
foto diambil dari sini




menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 11:25